CIRI-CIRI HAJI MABRUR
OLEH : BILQIS FITRIA SALSABIELA
Sebelum menyebutkan ciri-ciri
haji mabrur, terdapat beberapa istilah terkait dengan gelar haji, yakni; haji
mabrur, haji makbul, dan haji mardud.
Haji mabrur adalah haji yang
ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan diberikan hadiah, berupa; surga untuknya.
Sedangkan haji makbul adalah haji yang ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan
diberikan pahala yang berlimpah. Seorang haji mabrur sudah tentu adalah haji
makbul, sementara seorang haji makbul belum tentu adalah haji mabrur. Beberapa
sumber menyebutkan bahwa haji makbul samadengan haji mabrur. Dan haji mardud
adalah haji yang ibadahnya ditolak oleh Allah SWT karena melakukan syirik, riya
dan perbuatan tidak terpuji lainnya. Gelar-gelar tersebut hanya akan diberikan
oleh Allah SWT karena Dia-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Berikut
ini adalah ciri-ciri haji mabrur, antara lain:
- Haji dilakukan dengan niat Lillahi ta’ala bukan mengharapkan hal yang lain. Juga bukan untuk mendapatkan status sosial, gengsi atau ingin disebut haji oleh masyarakat.
- Segala biaya dan nafkah beribadah haji berasal dari rejeki yang halal.
- Menjaga kebersihan hatinya dan menghilangkan segala bentuk kotoran hati, seperti; iri, dengki, amarah, dendam, dll.
- Melakukan serangkaian ibadah haji sesuai ketentuannya dan bersungguh-sungguh untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT, dari awal manasik sampai selesai penyelenggaraan haji.
- Menghindari perselisihan dan pertengkaran dengan orang lain, perilakunya saling membantu, menasehati dan memaafkan jika terjadi kesalahan.
- Senantiasa menjaga lisan dan perbuatan yang tidak menyakiti hati orang lain.
- Meninggalkan berbagai kemaksiatan dan selalu mengingat akan akhirat.
- Selalu mengingat Allah SWT dengan memperbanyak baca Al Qur’an dan berdzikir.
- Melaksanakan pokok-pokok kebajikan yang terdapat pada penjelasan dalam Al’Qur’an di surat Al Baqarah (Sapi Betina) atau surat ke 2 ayat 177, yang artinya; "Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."
- Menunaikan nazarnya apabila ia bernazar karena barangsiapa bernazar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, maka hendaknya dia menaati-Nya. Hal ini juga terdapat pada penjelasan dalam Al’Qur’an di surat Al Insaan (Manusia) atau surat ke 76 ayat ke 5-10, yang artinya:
- Ayat 5 : Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Kafur ialah nama suatu mata air di surga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak sekali rasanya.)
- Ayat 6 : (yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
- Ayat 7 : Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana.
- Ayat 8 : Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
- Ayat 9 : Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
- Ayat 10 : Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang ( di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.
- Demikian kupasan singkat mengenai ciri-ciri haji mabrur, semoga bermanfaat bagi para pembaca. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar